Membuat atau Mendeklarasikan Variable dalam PHP

Variable adalah tempat penyimpanan data sementara ketika diproses dalam memori komputer. Variable dapat dapat menyimpan berbagai macam tipe nilai data pada waktu yang berbeda. Program yang dijalankan akan secara otomatis mencari nilai apa yang terkandung dalam variable tersebut dan nilainya dapat berubah, untuk digunakan dalam proses selanjutnya.

Dalam PHP variabel dimulai dengan tanda dolar ($), lalu diikuti dengan nama variablenya. Contohnya adalah sebagai berikut :

 <?php
	$nama_program = "Menghitung Luas Lingkaran<br/>";
	$phi = 22/7; 
	$r = 14; 
    
	$luas_lingkaran = $phi * ($r*$r); // rumus luas lingkaran

    echo $nama_program;
	echo 'luas lingkaran = '.$luas_lingkaran;
Contoh pendeklarasian variable dalam php

Dalam contoh diatas variable $nama_program akan berisi “Menghitung Luas Lingkaran<br/>” , variable $phi akan berisi 22/7 dan variable $r akan berisi 14, lalu variable $luas_lingkaran akan diproses menggunakan rumus menhitung luas lingkaran maka hasilnya adalah sebagai berikut :

Menghitung Luas Lingkaran
luas lingkaran = 616

Catatan :

Ketika mendeklarasikan variable yang berupa text harus diapit dengan tanda kutip atau tanda kutip ganda

Tidak seperti bahasa pemrograman lainnya, PHP tidak memiliki perintah untuk mendeklarasikan variable, jadi tipe data dibuat saat Anda pertama kali mendeklarasikan variable tersebut.

Dalam mendeklarasikan variable Anda dapat menyingkatnya seperti $x dan $y, atau Anda bisa mendeklarasikan variable dengan nama yang lebih mendeskripsikan fungsi dari variable tersebut seperti $sumbu_x,$sumbu_y, $namaDepan, $namaBelakang dan lain-lain.

Aturan-aturan pendeklarasian variable dalam php :

  • Variable dimulai dengan tanda ($) dan diikuti nama variablenya
  • Nama variable harus dimulai dengan huruf atau undescore tidak bisa dimulai dengan angka
  • Nama variable hanya bisa berupa karakter alpha numeric (A-z,0-9 dan _), selain itu tidak bisa digunakan dalam mendeklarasikan nama variable.
  • Nama variable itu case sensitive artinya $nama berbeda dengan $Nama

Menampilkan Variable

Statement echo adalah statement yang paling sering digunakan untuk menampilkan variable pada browser.  Berikut ini adalah contoh kode untuk menampilkan variable di browser :

<?php
	$namaDepan='Herpan';
	$namaBelakang='Safari';
	echo 'Nama saya '. $namaDepan. '</br>'; // jika kita menggunakan singgle quote maka kita harus menulisnya seperti ini
	echo "Lengkapnya $namaDepan $namaBelakang </br>"; // jika kita menggunakan double quote maka kita bisa menulisnya seperti ini atau seperti diatas

	$x = 5;
	$y = 4;
	echo $x + $y; //kita juga bisa langsung melakukan operasi pada saat ingin menampilkannya
Cara untuk menampilkan variable

Pada contoh di atas, perhatikan bahwa kita tidak harus memberi tahu PHP tipe data variabelnya. PHP secara otomatis mengaitkan tipe data ke variabel, tergantung pada nilainya.

Cakupan Variable

Dalam PHP, variable dapat di deklarasikan dimana saja.Cakupan Variable adalah dimana saja variable dapat di rujuk atau digunakan.

Dalam PHP ada tiga Cakupan Variable, yaitu

  • Local
  • Global
  • Static

Cakupan Global dan Local

Variable yang di deklarasikan di luar fungsi adalah variable yang memiliki cakupan global dan hanya bisa di akses di luar fungsi.

Contoh :

 <?php
	$x = 5; // Deklarasi variable cakupan global

	function myTest() {
		// menggunakan variable $x didalam fungsi akan menghasilkan error
		echo "<p>Variable x di dalam fungsi adalah: $x</p>";
	}
	myTest();
	//variable global hanya bisa di akses di luar fungsi
	echo "<p>Variable x di luar fungsi adalah: $x</p>";
	
Contoh Variable Global

Variable yang di deklarasikan di dalam fungsi adalah variable yang memiliki cakupan local dan tidak bisa di akses di luar fungsi.

Contoh :

 <?php
function myTest() {
    $x = 5; // deklarasi variable cakupan local
    echo "<p>Variable x dalam fungsi: $x</p>";
}
myTest();

// menggunakan variable x diluar fungsi akan menghasilkan error
echo "<p>Variable x diluar fungsi adalah: $x</p>";
?> 
Contoh deklarasi variable cakupan lokal

Anda bisa mendeklarasikan nama variable yang sama dalam fungsi yang berbeda, karena variable yang di deklarasikan di dalam fungsi, hanya bisa digunakan di dalam fungsi tersebut.

Kata kunci global dalam PHP

Untuk mengakses variable global di dalam fungsi, di PHP bisa menggunakan kata kunci global, untuk menggunakannya yaitu denga cara menulis kata global sebelum deklarasi variable di dalam fungsi.

Contoh :

 <?php
	$x = 5; //deklarasi variable global
	$y = 10;

	function myTest() {
		global $x, $y; // mengakses variabel global dari dalam fungsi
		$y = $x + $y;
	}

	myTest();
	echo $y; // hasilnya adalah 15
	
Contoh penggunaan keyword global untuk mengakses variable global di dalam fungsi

Semua variable global dalam PHP di simpan dalam variable array dengan nama $GLOBALS[‘nama variable’], oleh karena contoh di atas dapat pula di tulis :

 <?php
	$x = 5;
	$y = 10;

	function myTest() {
		// semua variable global dapat diakses dengan cara di bawah ini
		$GLOBALS['y'] = $GLOBALS['x'] + $GLOBALS['y']; 
	}

	myTest();
	echo $y; // hasilnya 15
	
Cara kedua untuk mengakses variable global di dalam fungsi

Kata kunci static dalam PHP

Biasanya, ketika suatu fungsi selesai  dieksekusi, semua variabelnya akan dihapus. Namun, terkadang kita ingin variabel lokal TIDAK dihapus/nilainya tetap ada. Untuk melakukkannya kita bisa menggunakan keyword static.

Contoh :

 <?php
	function myTest() {
		static $x = 0; //keyword static agar nilai variable static dalam fungsi tetap ada
		echo $x;
		$x++;
	}

	myTest(); // akan menghasilkan nilai 0
	myTest(); // akan menghasilkan nilai 1
	myTest(); // akan menghasilkan nilai 2
Contoh penggunaan keyword static

 

Demikianlah tutorial cara membuat dan mendeklarasikan variabel dalam PHP, selanjutnya kita akan mempelajari penggunaan echo dan print dalam PHP.

Sumber : w3schools.com